Sejarah SPSI


Di mulai pada tahun 1878

Muncul serikat buruh guru Bahasa Belanda yang dipengaruhi oleh pergerakan sosial demokrat di Belanda. Pada masa itu serikatburuh tampil sebagai organisasi golongan yang hanya menampung kulit putih.

Tahun 1879
Lahir Nederland Indische OnderwysGenootschap (NIOG), Serikat Pekerja Guru Belanda.

Tahun 1905
Lahir Serikat Pekerja Pos (PosBond).

Tahun 1906
Lahir Serikat Pekerja Perkebunan(Cultuur Bond) dan SerikatPekerja Gula (Zuiker Bond).

Tahun 1907
Lahir Serikat Pegawai Pemerintah.

Tahun 1908
Lahir Vereniging Spoor-TraamPersoneel (VSTP) dipimpin oleh  Semaoen.

Tahun 1909

Pada 26 September di kalangan Tionghoa di Jakarta dibentuk TiongHoa Sim Gie dipimpin oleh Lie YanHoei. Empat bulan kemudiankelompok ini merubah namamenjadi Tiong Hoa Keng Kie Hweeyang kemudian menjadi inti dari Federasi Kaoem Boeroeh Tionghoa.

Tahun 1911
Lahir Perkumpulan Bumi Putra Pabean (PBPP).

Tahun 1912

Lahir Sarekat Dagang Islam (SDI)yang bergerak di bidangperekonomian dan perdagangan,Serikat Islam sebagai serikatburuh kaum pribumi dan PersatuanGuru Bantu (PGB).

Tahun 1913
Lahir Serikat Pekerja Kereta Api(Spoor Bond).

Tahun 1914
Lahir Persatuan Pegawai Pegadaian Bumiputra (PPPB).

Tahun 1915
Lahir Serikat Pekerja Perusahaan Swasta (Partikulir) / (SPPP).

Tahun 1916
Lahir Serikat Pekerja Opium RegieBond (ORB).

Tahun 1917
Lahir Serikat Pekerja Pabrik Gula.

Tahun 1918

Pada bulan Agustus lahir PFB(Personeel Fabriek Bond) yangberanggotakan buruh tetap, Perkumpulan Tani dan koperasi yang kemudian lazim disebut sebagai Sarekat Tani dengan anggota kuli kenceng atau pemilik tanah yang disewa pabrik, serta Perserikatan Kaum Buruh Umum(PKBO) yang beranggotakan buruh musiman. Ketiga perhimpunan itu diketuai Suryopranoto yang juga menyebut dirinya sebagai komandan Tentara Buruh Adidarmo.

Tahun 1919
Lahir Persatuan Pergerakan Kaum Buruh (PPKB) dipimpin oleh Semaoen.

Tahun 1920

Pemogokan buruh terjadi pada 72pabrik gula di seluruh Jawa. Dari jumlah itu 28 pemogokan terjadi pada masa sebelum dan sesudah giling yang meliputi 4.700 pekerja;sedangkan pemogokan yang lain terjadi dalam masa giling (dari bulanMei sampai Oktober) dengan pemogokan terdiri dari 20.716 orang. Pemogokan yang terjadi diluar musim giling biasanya terpaksa dilakukan sebagai reaksi tindakan pengusaha yang dianggap tidak adildan sewenang-wenang. Dari jumlah 4.700 pemogok sebagian besar terdiri dari tukang yang berperan penting dalam menjalankan proses produksi di pabrik gula. Pemogokan dalam musim giling biasanya dilakukan atas inisiatif buruh karena motif-motif ekonomis. Gerakan telah dipersiapkan sehingga meskipun pemogok yang terdiri dari buruh tetap hanya mencapai 1.997 orang tetapi mereka mampu memimpin sejumlah besar buruh musiman(7.584 orang) dan buruh tidak tetap sekitar pabrik (11.135 orang).

Tahun 1920

Para pekerja anggota Personeel Fabrik Bond (PFB) mogok kerja, menuntut majikan supaya maumengakui keberadaan SerikatPekerja mereka.

Tahun 1921

Harga gula, komoditas andalanBelanda di tanah jajahannya jatuh dipasaran dunia. Pemodal Belanda yang mengalami kerugian cukup besar terpaksa harus menekan ongkos produksi secara besar-besaran, diantaranya adalah dengan memangkas upah buruh. Buruknya kondisi kerja waktu itu memicu pergolakan aksi buruh. Pemerintah mengaktifkan kantor Pengawasan Perburuhan yang berada dibawah Departemen Kehakiman. Ia punya bagian yang secara terpusat mengawasi pergerakan serikat buruh dan mengamati kebutuhan dikeluarkannya peraturan hukum baru menyangkut perburuhan.

Tahun 1922

Para pekerja pelabuhan Surabaya melancarkan aksi mogok kerja, menuntut perbaikan nasib.PPKB dan Revolutionaire Vakcentrale berhasil membangun aliansi yang bernama PVH (Persatuan Vakbond Hindia).

Tahun 1923

Pegawai Kereta Api mogok kerja. Tuntutan mereka kala itu kurang berhasil. Pemerintah kolonial melarang adanya aksi mogok kerja, yang dilakukan kaum pekerja dan segera dikeluarkan Undang-Undang tentang larangan mogok kerja(artikel 161 bis Buku Hukum Pidana)tanggal 10 Mei 1923. Serikat Pekerja Kereta Api danTrem-Vereniging van Spoor enTrem Personeel (VSTP) menjadi anggota Gabungan Serikat Pekerja International yaitu International Federation of Trade Union (IFTU) yang bermarkas besar di Moskow Rusia. Revolutionaire Vakcentrale membangun hubungan dengan Profintern (Red International LabourUnion) dan menjadi anggotanya.

Tahun 1924

Pada bulan Juni Serikat Pekerja Indonesia bersama-sama Serikat Pekerja Filipina, India, Jepang dan Tiongkok di undang untuk menghadiri Konferensi Serikat Pekerja Angkutan Laut di Kanton. Dengan demikian keberadaan dan kehidupan Serikat Pekerja disamping Iebih erat menjalin hubungan kerja sama dengan Serikat-Serikat Pekerja Internasional, juga lebih memperkuat posisi.

Tahun 1926

PVH (Persatuan Vakbond Hindia)berakhir akibat dari kegagalan aksipolitik PKI yang disusul penangkapan besar-besaran terhadap aktivis RV.

Tahun 1930

Serikat Kaum Buruh Indonesia(SKBI) dibubarkan oleh pemerintahkolonial, dicurigai turut aktif dalamkegiatan perjuangan kebangsaan.

Tahun 1932

Lahir dua organisasi Serikat Pekerja, yaitu Persatuan Vakbonden Pegawai Negeri (PVPN) dan Persatuan Serikat Pekerja IndonesiIa (PSP), yang didirikan oleh dr. Soetomo.1937 Direktur Intemasional Labour Organization (ILO), Harold B. Butle berkunjung ke Indonesia pada bulan Oktober untuk memperoleh informasi tentang perkembangan kehidupan perburuhan di Indonesia yang akan dijadikan bahan laporandalam Konfrensi ILO.

Tahun 1938

Lahir gerakan politik yang bekerjasama dengan gerakan serikat pekerja untuk bersama-sama melindungi dan membebaskan hak-hak dan kepentingan pekerja, memberantas pengangguran, mengantisipasi tantangan industrialisasi yang menggusur lapangan usaha kerajinan rakyat.

Tahun 1940
Pemerintah kolonial mengeluarkan Ordonansi Regeling Arberdsverhouding (ORA), suatu peraturan yang mengatur tentang jaminan dan perlindungan kaum pekerja di perusahaan-perusahanswasta (partikelir).

Tahun 1945

Pada 15 September lahir sebuah organisasi massa buruh yang bernama BBI (Barisan Buruh Indonesia). BBI mengutamakan barisan buruh untuk memudahkan mobilisasi oleh serikat sekerja dan Partai Buruh. Dalam kongresnya pada bulan September 1945 yang dihadiri oleh kaum buruh dan tani, tercetuslah Partai Buruh Indonesia. BBI juga sepakat untuk menuntaskan revolusi nasional. Untuk mempertahankan tanah air dari serangan musuh, BBI membentuk Laskar Buruh bersenjata di pabrik-pabrik. Untuk kaum perempuan dibentuk Barisan Buruh Wanita (BBW).

Tahun 1946

BBI dilebur menjadi GASBI(Gabungan Serikat BuruhIndonesia). Serikat buruh yang tidak sepakat dengan struktur GASBI keluar dan membentuk GASBV(Gabungan Serikat Buruh Vertikal). Tetapi pada bulan November, tahun yang sama, atas usaha Alimin danHarjono, GASBI dan GASBV berhasil dilebur menjadi SOBSI (SentralOrganisasi Buruh SeluruhIndonesia).

Tahun 1948

SOBSI sempat mengalami perpecahan akibat perbedaan sikap dalam menanggapi perjanjian Renville. Tetapi tidak lama kemudian SOBSI berhasil kembali mengkonsolidasikan pecahan-pecahannya. Bahkan dalam pernyataan politiknya tahun 1948, SOBSI kemudian menegaskan menolak perjanjian Renville. SOBSI kemudian menyatakan keluar dari HISSBI (Himpunan Serikat-serikat buruh Indonesia) karena perbedaan garis politik.

Tahun 1957

Soekarno mengeluarkan dua konsepsi mengenai kabinet karya dan dewan nasional. Kabinet karyaini adalah kabinet eksekutif yang menampung orang-orang diparlemen dan partai politik. Buruhsebagai golongan fungsional mendapatkan tempat di Dewan Perancang Nasional. Anggota Dewan ini 77 orang, dan dari 77 ituada lima wakil angkatan buruh/pegawai yaitu dari SOBSI, SOBRI, RKS dan dua orang dari KBKI. Sementara di Dewan PertimbanganAgung, duduk dua orang wakil dariburuh yaitu dari SOBSI dan KBKI.

Tahun 1973
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia(SPSI) didirikan sebagai satu-satunya serikat buruh yang diakui pemerintah.

Tahun 1990

Pada bulan November serikat buruh independen pertama dibentuk dengan nama Serikat Buruh Merdeka Setia Kawan (SBM-SK) dibawah kepemimpinan HJC. Princen. Karena adanya konflik internal dantekanan pemerintah, serikat ini berhenti beraktivitas.

Tahun 1992

Serikat Buruh Sejahtera Indonesia(SBSI) didirikan pada 25 April olehsekelompok aktivis pro-demokrasi yang mengadakan “pertemuan buruh nasional” di Cipayung, JawaBarat. Hadir sekitar 100 buruh dari18 propinsi. SBSI mendapat dukungan dari Abdurrahman Wahid (NU), Sabam Sirait (PDI) dan Asmara Nababan. Mochtar Pakpahan, seorang lawyer buruh dari Medan menjadi Sekjen SBSI.

Tahun 1993

Pada 14 Juni, 7 buruh pabrik udang, PT. Tambaksari Jalmorejo di Medandi-PHK karena menjadi anggota SBSI. Kongres SBSI yang sedianya diselenggarakan pada 29 Juli tidak mendapat ijin pemerintah.

Tahun 1994

Konfederasi Serikat Pekerja Bebas Internasional mengajukan pengaduan resmi terhadap Indonesia ke Organisasi Buruh Internasional, ILO. Mereka menuduh pemerintah menolak hak pekerja untuk membentuk serikat pekerja atas pilihan mereka sendiri, mengganggu organisasi pekerja independen, dan melakukan tindakan yang bertentangan denganstandar ILO mengenai kebebasan berserikat dan hak untuk tawar-menawar kolektif. Serikat buruh independen ketiga, Pusat Perjuangan Buruh Indonesia(PPBI), lahir pada bulan Oktober. Permohonan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) untuk didaftar sebagai serikat pekerja kembali ditolak pada bulan November. Departemen Tenaga Kerja juga menghalangi niat SBSI untuk mendaftar pada Departemen Dalam Negeri sebagai organisasisosial di bawah Undang-undang Keormasan. Pemerintah menganggap SBSI tidak sah.

Tahun 1995

Struktur Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dengan 13 federasiserikat pekerja sektoralnya berubah dari kesatuan (sentralisasi) menjadi federasi (desentralisasi)dengan nama Federasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPSI). Ke-13 sektor industrinya didaftar sebagai serikat pekerja nasional yang terpisah; SPSI merupakan satu-satunya federasi serikat pekerja yang diakui oleh Departemen Tenaga Kerja. Menteri Tenaga Kerja menyatakan bahwa serikat pekerja yang dibentuk harus berafiliasi dengan SPSI, dan bahwa pemerintah tidak akan mengakui setiap serikat pekerja diluar federasi.

Tahun 1996

PPBI membantu mengorganisasi demo buruh pada bulan Juli diSurabaya. Dengan partisipasi sekira15.000 buruh dari 10 pabrik, demoini barangkali merupakan demonstrasi terbesar di masa Orde Baru.

Tahun 1998

Serikat Buruh Sejahtera Indonesia(SBSI) diakui oleh pemerintah. Ketuanya, Mochtar Pakpahan, dibebaskan pada bulan Mei setelah beberapa tahun mendekam dipenjara.

Tahun 2000

Undang-Undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh disahkan di Jakarta pada 4Agustus oleh Presiden Abdurrahman Wahid.

Tahun 2003

Kongres Serikat Pekerja Indonesia(KSPI) yang merupakan gabungan dari 12 organisasi serikat pekerja melaksanakan kongres pendirian pada bulan Januari di Jakarta.

Tahun 2004

Serikat Buruh Migran Indonesia(SBMI) yang bertujuan untuk memperjuangkan aspirasi Buruh Migran Indonesia di tingkat nasioana lmaupun internasional dideklarasikan di Semarang pada tanggal 10 Juli. Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sumatera Utara mendapat kehormatan menjadi tuan rumah kongres WorldFederation of  Clerical Workers(WFCW) pada 1-4 November.WFCW beranggotakan 70 negara Asia, Afrika, Eropa dan Amerika, merupakan federasi dari World Confederation of Labour (WCL), organisasi buruh dunia yang terkuat.
Post by : khalilasharen
sumber : Wikipedia.org

Posted on November 1, 2011, in Sejarah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: