UMP kapan disahkan????????


Jakarta, 01-11-2011

UMP (Upah Minimum Propinsi) DKI Jakarta belum disahkan juga oleh bapak Fauzi Bowo. Padahal Kami selaku pekerja menanti dengan cemas bukan masalah waktu yang kita nantikan tapi masalah berapa besar Gaji (dibaca Upah) yang akan kami terima tiap bulannya. Apakah gaji itu cukup atau tidak.

“Forum Buruh DKI Jakarta (beranggotakan :ASPEK Indonesia, FSPMI, SPN, SPSI LEM, SBSI 92, KSBSI, FSBI, GSBI, FB KBN, SP KEP, FSP Farkes, FB Cakung-Cilincing dan IBU) misalnya, dalam tuntutanya,  tidak muluk-muluk, mereka meminta agar penetapan UMP nanti Gubernur DKI Jakarta bisa lebih Bijak dan pro terhadap rakyat dan buruh, dan itu musti sesuai dengan Kebutuhan Hidup Layak (KHL). dimana, pada tahun ini, Dewan pengupahan DKI Jakarta dan BPS telah mendapatkan Nilai KHL dari survey selama beberapa kali sebesar 1.401.829 (satu juta empat ratus satu ribu delapan ratus dua puluh sembilan ribu rupiah).” sumber: http://politik.kompasiana.com/2010/11/24/gonjang-ganjing-ump-dki-jakarta-2011/

Bapak Fauzi Bowo yang terhormat jika bapak mengesahkan besar UMP 100% dari KHL maka yang kami rasakan adalh penderitaan yang bertambah dan hanya impian bagi kami pekerja untuk sejahtera.

Mari kita buat perkiraan,

Jika seorang pekerja sudah berkeluarga dan mempunyai anak 2. Asumsi 1 kali makan Rp. 8.000,-

Dalam sebulan pengeluaran untuk makan saja jadi :

4 orang x 3 kali makan sehari x 31 hari dalam sebulan x 8000 = Rp.  2.976.000,-

Coba bayangkan untuk makan harga 8000 di warteg hanya nasi + sayur + telur. Kalau tiap hari kita hanya makan telur aja gimana kita bisa sehat yang ada bisulan.

Belum lagi kebutuhan yang lain seperti Pendidikan, Kesehatan, dan Lain-lain….

Jika UMP disah kan 100% KHL yang hanya Rp. 1.401.829,- itu sama artinya bangsa Indonesia akan bertambah jumlah penduduk yang miskin.

Gimana bangsa kita mau maju dan bangun dari keterpurukan. Mana janji-janji KALIAN WAHAI PEMIMPIN BANGSA INI ???????. Mana Janji manis kalian saat kalian memohon – mohon kepada kami untuk memilih kalian BAPAK saat PEMILUKADA. Sekarang kami menuntut apa yang seharusnya menjadi hak kami.

PLEASSSSSE…deh…..pak….. kami tidak pernah ingin kaya tapi kami hanya ingin SEJAHTERA…..

Dan ini adalah survey terakhir yang dilakukan rekan-rekan serikat dalam dan masih saja ditolak oleh pemerintah.

Keringat Buruh. Penentapan Upah Minimum Propinsi (UMP) 2012, oleh Gubernur Fauzi Bowo tinggal menunggu hitungan hari. Sedangkan Dewan Pengupahan DKI Jakarta masih membahas menetapkan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) dari hasil survey di 10 pasar tradisional di wilayah DKI Jakarta.

Menurut Encep Supriyadi, salah satu team survey dari Serikat Buruh, survey pasar telah dilakukan sebanyak delapan kali. Dan terakhir ditemukan angka KHL sebesar Rp. 1.559.000 (Satu Juta Lima Ratus Lima Puluh Sembilan Ribu Rupiah). sebesar inilah yang dikeluarkan oleh seorang pekerja lajang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari di kota metropolitan DKI Jakarta.

Sementara itu, Rusmiatun anggota Dewan Pengupahan dari wakil Serikat Pekerja menjelaskan angka dari BPS itu belum final. Pembahasan lanjutan akan dilakukan pada tanggal 19 Oktober 2011 mendatang. Saat itulah, akan ditetapkan berapakah angka kebutuhan Hidup Layak (KHL) yang disepakati oleh seluruh anggota Dewan Pengupahan. Dan hasilnya nanti tentu akan dimasukkan dalam rekomendasi yang diberikan kepada Gubernur DKI Jakarta, sebagai pertimbangan dalam menentukan UMP DKI Jakarta 2012.

Sedangkan menurut Abdul Darda, salah satu aktivis Forum Buruh DKI Jakarta pada bulan Agustus lalu, DPP ASPEK Indonesia juga melakukan survey di 10 pasar tradisional yang sama dengan yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan DKI Jakarta. Dan saat itu ditemukan angka KHL untuk DKI Jakarta adalah sebesar Rp. 2.022.898,15.

Hasilnya beberapa aktivis buruh Forum Buruh DKI Jakarta, yang terdiri dari lintas Serikat Buruh Nasional mengaku kaget dan cukup kecewa terhadap angka KHL tersebut. Tidak cukup disitu, terakhir kali sidang Dewan Pengupahan DKI Jakarta yang dilaksanakan di Disnakertrans DKI Jakarta lantai 2, pada hari Rabu (12/10) kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) mengeluarkan angka jauh lebih rendah yaitu sebesar RP 1.529.000 (Satu Juta Lima Ratus Dua Puluh Sembilan Ribu Rupiah).

Joko Wahyudi, kordinator Forum Buruh DKI Jakarta, menegaskan pihaknya bersama dengan seluruh aktivis buruh DKI Jakarta akan terus mengawal proses ini, bahkan dia mengatakan tidak menutup kemungkinan Pemogokan di KBN akan terulang jika Gubernur DKI Jakarta menetapkan UMP 2012 tidak sesuai dengan kebutuhan riil buruh dan rakyat Jakarta.

-sth-

About 6des2008

Serikat pekerja Phyto farma berdiri tanggal 06 desember 2008, dengan total anggota saat ini mencapai 88 orang dari total karyawan tetap 130. Serikat pekerja Phyto Farma berafiliasi dengan Aspek Indonesia

Posted on November 1, 2011, in Berita Serikat Pekerja and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: